Aji Rawa Rontek Mak Jika Mati Tidak Akan di Terima Bumi

Mantera ilmu Mak Lampr Aji Rawa Rontek yang asli Kejawen, sebenarnya ada namun apakah ada yang sanggup untuk menguasainya. Aji Rawa Rontek bukanlah sembarangan ilmu yang mudah di kuasai, akan berat sekali tirakat yang akan di jalani bagi orang yang ingin menguasainya.

aji rawa rontek

Aji Rawa Rontek sendiri tidak bisa di turunkan secara turun-temurun, bagi yang ingin menguasainya harus melewati tirakatnya sendiri. Karena terbilang ilmu ini kesepuhan, tingkat tinggi maka tidaklah mudah untuk mempelajarinya, kebanyakan orang bisa mati lemas atau menyerah saat akan menjalani lelakunya.

Akan tetapi, pada jaman kewalian di tanah Jawa. Ilmu Aji Rawa Rontek sendiri sudah dimasukan unsur keislaman. Jadi dalam bait mantera, sudah dimasukan nama-nama Allah, namun tingkat untuk menguasainya masih terbilang berat dan tidak bisa di puasai dengan Puasa Neptu, harus berjalan sebagaimana mestinya.

Kunci Mantera Aji Rawa Rontek

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Allohuma sirning manjing salirane limput liwung, ingsun urip tan keno pati. Langgeng tan keno rusak, kakang kawah adi ari-ari kunir welet rewangono aku. Bopo angkoso, ibu pertiwi pangestuning saking kersaning Allah


Mantera diatas, bagi yang ingin mengamalkanya adalah harus melewati Tapa Ngeluwang selama 41 malam, dimana lelaku ini terbilang sangatlah berat. Lelaku tapa seperti ini, merupakan penuntasan bagi segalanya ilmu, sebagai manusia yang hanya akan sempurna bila telah mati, dalam lelaku yang di kubur selama 41 hari ini menandakan Jiwa atau raga kita telah merasakan mati.

Seperti yang kita ketahui, bagi pemilik ilmu dari Aji Rawe Rontek tidak akan bisa mati dengan cara dibunuh, bila terputus maka akan tersambung lagi, membunuhnyapun harus dengan kerja yang keras dimana antara kepala dan badanya harus menyebrangi sungai, konon bila suatu hari kelak beberapa ratus tahun kemudian di buatlah jembatan pada sungai yang memisahkan raganya maka tubuh pemiliknya akan tetap bisa hidup kembali, ia akan kembali menjalani sisa umurnya bila mati pada usia 21 tahun sedangkan harusnya ajal menjemput saat usianya 51 tahun maka ia akan menjalani kehidupan selama 30 tahun lagi.

Walau bagaimanapun, pemilik ilmu ini bila mati rohnya akan tetap terjebak di dalam jasadnya sehingga tubuhnya tidak akan hancur di makan bumi, karena tanah telah menolak jasadnya.
Sukmaning Aji Hanya orang biasa yang sekadar ingin berbagi pengetahuan seputaran ilmu kanuragan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel