[SAJEN] Mengunakan Dupa Krucut atau Hio Lidi Dalam Ritual

Fungsi Dupa Dalam Sajen, ini sangat banyak di jumpai pada orang Jawa, dukun atau juga paranormal. Ketika mendapati ada hajat tertentu, biasanya kerap kali membakar dupa atau hio lidi. Mengunakan syarat ini, pasti dengan tujuan tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa adanya tujuan yang yang jelas, dan termasuk membakar dupa.

dupa tumpeng

Bakar hio atau dupa saat akan mengada sajen atau ritual tertentu, bertujuan untuk membuat aroma wewangian. Konon bagsa lelembut, Jin, Setan dan Khodam akan mengetahu melalui bau yang dibawa oleh asap dupa ini. Itulah sebabnya, mengapa dupa ini diperlukan dalam sajen.

Sebagian orang, juga mengunakan dupa untuk tujuan berbeda, ritual dan sembahyang. Akan tetapi kita tidak membahas kesana, sesuai judul artikel ini saja.

Seperti yang telah saya tulis diatas, dupa terdapat 2 jenis, yang kerucut dan lidi berikut cirinya.

Contoh Hio Lidi Untuk Sajen

Bentuknya layaknya kembang api, akan tetapi jika dibakar akan menimbulkan aroma yang wangi. Hio yang terkenal, dan sering kali di gunakan sebagai sajen adalah Dupa Gunung Kawi Buah Tho atau cap Angsa, kerap kali di gunakan. Selain itu, banyak sekali jenis dan aroma hio lidi yang tersedia di pasaran, namun pada sajen jarang di gunakan, kurang lebih contoh gambarnya seperti dibawah ini.

hio lidi untuk sajen


Contoh Dupa Kerucut Untuk Ritual

Ada juga yang menyebutnya dengan kata Tumpeng, ini juga sangat sering di jumpai pada saat akan mengadakan sajen dan ritual khusus. Akan tetapi jenis dari dupa ini terbagi 2 melalui asapnya, yang biasa dengan ke atas dan yang 1 nya terdapat lobang di tengah sehingga asap akan mengarah ke bawah. Gambar di bawah ini contohnya.

dupa kerucut asap ke bawah

Sajen atau ritual yang mengunakan dupa atau hio ini, bertujuan khusus biasanya terdapat hajat yang harus mengunakannya. Dan yang paling banyak mengunakannya adalah saat proses menarik pusaka dari alam ghaib ke alam nyata. Seorang paranormal yang akan melakukan ritual, biasanya akan membakar dupa sebagai penghormatan atau memanggil bantuan dari Khodam yang ia miliki.

Dengan demikian, bisalah kita simpulkan bahwa pengunaan dupa saat mengadakan ritual sangat di butuhkan sebagai pelengkapnya, bukan semata-mata hanya untuk wewangian saja.
Sukmaning Aji Hanya orang biasa yang sekadar ingin berbagi pengetahuan seputaran ilmu kanuragan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel