√ [TUMBAK] Makna Tombak Menur Isi Payung Songsong

Tuah Tombak / Tumbak Menur yang sakti, merupakan wujud dari kebesaran Allah swt kepada pembuat Benda Pusaka termasuk Tombak ini. Selain itu, dalam khasiatnya juga terbilang sangat bermaat bagi kehidupan segenap keluarga si pemilik Tombak Menur ini.

khasiat tombak menur

Tombak Menur sendiri, merupakan Tosan Aji yang biasanya digunakan untuk mengisi Payung Agung atau Songsong bagi orang-orang penting seperti:
  • Para Raja
  • Bangsawan
  • Dan para Priyayi
Pada zaman dahulu. Payung Songsong ini biasanya ditempatkan pada samping depan atau dibelakang singgasana bersama Tombak Pusaka.

Bentuk dari Tombak Menur sendiri, terdapat bermacam-macam kemiripan dengan Tombak lainnya, hanya saja ukurannya yang lebih kecil selain itu, dahulu atribut dan warna Payung Songsong memiliki Pakem tersendiri sebagai tanda kepangkatan dan kedudukan seseorang.

Karena tempatnya didalam Payung Songsong, Tombak Menur ini terdapat kelebihan, tidak seperti Tosan Aji lainnya yang setiap satu tahun sekali selalu dijamas dan warangi.

Khasiat Tombak Menur

Pusaka ini, memiliki tuah untuk pengayoman atau perlindungan, tolak balak, dan untuk menambah kewibawaan.

Nama Menur, di ambil dari nama bunga yang mengandung makna sebagai pengingat atau pesan. Sebagian masyarakat Jawa menyebut bunga Melati, yang susunan kelopak bunganya bertumpuk. Dengan nama kembang Menur, warnanya yang putih melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Bentuknya yang kecil, mengingatkan keberadaan siapa kita dihadapan Sang Pencipta, mengingatkan akan Qodratnya Manusia, sebagai mahluk Tuhan yang sempurna namun tidak sempurna.

Aromanya wangi bunga Melati dan lembut, mampu memberikan relaksasi atau ketenangan jiwa. Dari Filosofi, bunga Melat / Mmenur tersebut kita bisa belajar tentang arti kesucian dan kesederhanaan.

Meskipun Payung Songsong, terkesan mewah dan melambangkan kebesaran, tapi dengan adanya Menur didalamnya akan menjadi pengingat untuk selalu memiliki sifat sederhana, tidak berlebihan tapi tetap sakral, yaitu kesederhanaan yang mencerminkan budi pekerti yang bagus, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi siapapun yang ada disekitarnya seperti aroma wangi
bunga Melati.

Bentuknya yang kecil, adalah sebagai pengingat, bahwa sebesar apapun status kita dihadapan Manusia, tapi dihadapan Tuhan, kita tetaplah kecil. Jadi tidak ada yang patut untuk disombongkan, dihadapan Manusia apalagi dihadapan Tuhan sang pecipta alam. Semewah apapun sebuah Payung Songsong, didalamnya harus ada Tombak Menur sebagai kekuatannya dan sebagai jiwanya.

Dari kesimpulan diatas, sudah bisa diketahui bahwa Tombak Menur bukan hanya sebagai sebuah senjata tapi juga sebagai pengingat akan kebesaran. Pelajaran, Pengingatan dan Pesan tersimpan lembut dalam Tombak Menur ini.
Sukmaning Aji Hanya orang biasa yang sekadar ingin berbagi pengetahuan seputaran ilmu kanuragan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel