Tata Cara Puasa Ngeruh, Pantangan dan Manfaatnya

puasa ngeruh
Image: unsplash.com

Dalam adat budaya Jawa, puasa dilakukan bukan dengan tujuan untuk mencari pahala, melainkan agar mendapat ilmu ajian yang ingin dikuasai. Puasa seperti ini disebut dengan Puasa Kejawen.

Terdapat berbagai macam jenis puasa kejawen, masing-masing memiliki tata cara pengamalan, pantangan dan khasiat yang berbeda beda. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan memembahas tata cara mengamalkan puasa ngeruh, khasiat dan manfaatnya.

Tata Cara Puasa Ngeruh

Puasa Ngeruh diambil dari kata "ngeruh" yang berasal dari bahasa Jawa. Ngeruh dalam bahasa Indonesia mempunyai arti "keruh". Maksud dari kata keruh disini adalah kita berpuasa dengan cara hanya makan sayur dan buah-buahan serta minumnya air mentah yang belum dimasak.

Pengamal puasa ngeruh tidak diperbolehkan untuk memakan makanan selain buah-buahan dan sayuran, baik di siang hari ataupun malam hari. Pengamal kembali diperbolehkan memakan apa saja setelah waktu tirakat puasa ngeruh ini berakhir.

Khasiat dan Manfaat Puasa Ngeruh

Orang yang menjalankan puasa ini, umunya mempunyai keinginan untuk menguasai "ilmu dalam" di bidang pengobatan atau kedokteran, meliputi pengobatan fisik dan rohani. Beberapa diantaranya adalah ilmu yang cukup terkenal seperti lunglah balik dan semacamnya.

Dan selain itu, dengan berpuasa meminum minuman yang belum dimasak, secara tidak langsung akan melatih sistem kekebalan tubuh dan perut kita karena telah dimasuki air yang belum jelas kebersihannya. Mungkin banyak kotoran atau kuman yang terdapat pada air yang kita minum.

Pantangan dan Larangan Puasa Ngeruh

Menjalani puasa ngeruh, artinya kita sudah siap untuk menghindari pantangan dan larangannya, seperti tidak boleh memakan makanan selain sayur dan buah-buahan, memakan daging, mengkonsumsi rokok, serta meminum air yang sudah dimasak.

Tetapi biasanya setiap pengamal memiliki pantangan yang berbeda-beda, tergantung dari tujuan masing-masing dan juga hasil dari diskusi dengan 'guru spiritual'.

Sukmaning Aji Hanya orang biasa yang sekadar ingin berbagi pengetahuan seputaran ilmu kanuragan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel